[Program Kemandirian]

1. Pendampingan Peternakan dan Pertanian Terpadu
Program ini merupakan terobosan dari hasil pemikiran para pendiri KOIN (KOPERASI UMKM INDONESIA) untuk menyikapi keadaan serta kondisi para peternak dan petani.

Program ini di desain untuk meningkatkan kemampuan dan kemampuan pada sektor pengembangan SDM yang dimiliki oleh para peternak dan petani. Para mitra diajak untuk menjalankan usaha intensif yang di kelola dengan penerapan prinsip manajemen tata kelola yang baik pada proses produksi yang telah dikombinasikan secara optimal dengan teknologi modern sehingga memiliki daya saing & secara signifikan mampu menaikan nilai jual. Para mitra yang telah memiliki kandang peternakan (domba atau ayam) dibina untuk dapat mengoptimalkan hasil produksi dengan penerapan manajemen yang profesional dan terpadu. Sehingga para peternak dan petani tidak tergantung pada keadaan alam, tetapi mampu berinovasi dengan sumber daya yang ada untuk membuat peternakan dan pertanian modern yang lebih efektif dan menguntungkan.

2. Pengolahan Pupuk Organik
Sebenarnya pengolahan pupuk organik telah banyak dilakukan oleh para anggota pada saat ini. Baik pupuk organik padat maupun pupuk organik cair sebenarnya sangat dibutuhkan oleh para petani disaat harga pupuk kimia yang melambung tinggi dan stok yang terbatas.
Disamping itu penggunaan pupuk kimia yang jelas nyata-nyata merusak struktur tanah, maka para petani diharapkan mampu berfikir untuk mengatur pola tanam dan mengurangi ketergantungan akan pupuk kimia untuk beralih menggunakan pupuk organik.

Dengan program pendampingan dan produksi pupuk organik secara massal yang dilakukan oleh para mitra KOIN (KOPERASI UMKM INDONESIA) diharapkan akan mampu untuk memenuhi kebutuhan pupuk para petani saat ini dan bisa memberikan solusi bagi para petani untuk beralih dari penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik.

Dalam program ini, KOIN (KOPERASI UMKM INDONESIA) mengajarkan kepada para mitra untuk dapat mengolah limbah dari kandang berupa kotoran dan urine untuk menjadi pupuk organik di lokasi peternakan para mitra, dengan metode dan proses yang sesuai maka akan di hasilkan pupuk organik yang komposisi dan kandungan kadar haranya sesuai dengan standar mutu yang di tetapkan.

3. Pengolahan Pakan Ternak
KOIN (KOPERASI UMKM INDONESIA) telah menyiapkan produksi pengolahan pakan ternak yang higienis, bergizi tinggi serta mudah dicerna oleh ternak, diantaranya produksi untuk pakan domba fermentasi dan pakan ayam petelur. Hasil pengolahan pakan ternak yang di buat oleh KOIN (KOPERASI UMKM INDONESIA) akan didistribusikan kepada para mitra sebagai pakan domba dan ayam petelur milik para mitra.

Dengan pengolahan pakan ternak sendiri, diharapkan para peternak mampu menekan biaya pakan, sehingga para mitra mampu mendapatkan penghasilan yang cukup.
Program yang direncanakan oleh KOIN (KOPERASI UMKM INDONESIA) adalah pembangunan sentra produksi pengolahan pakan yang lokasinya berdekatan dengan lokasi kandang hingga supply pakan di targetkan bisa untuk mencukupi kebutuhan 20 sampai 50 kandang di sekitar lokasi sentra produksi pengolahan pakan ternak.

Dalam program ini, selain menghidupkan peternakan modern di harapkan juga mampu untuk menyerap tenaga kerja di sekitar lokasi sentra produksi pengolahan pakan berada, sehingga mampu untuk mengurangi angka pengangguran di daerah tersebut.

4. Pembangunan Instalasi Biogas Menuju Mandiri Energi
Kebutuhan akan energi dalam rumah tangga sangatlah vital dalam kehidupan manusia. Sehingga pada saat terjadi kenaikan harga atau kelangkaan persediaan gas elpiji pasti akan terjadi gejolak dalam masyarakat penggunanya. Sampai saat ini penyediaan energi alternatif yang selalu digembar gemborkan masih hanya sebatas wacana belaka.
KOIN (KOPERASI UMKM INDONESIA) mencoba memberikan solusi yang tepat sasaran bagi masyarakat dan langsung di implementasikan di lapangan sehingga manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

Program yang direncanakan oleh KOIN (KOPERASI UMKM INDONESIA) yaitu setiap kelompok mitra peternak yang tergabung dari 20 hingga 30 kandang domba atau ayam petelur akan dibangun instalasi untuk pengolahan kotoran ternak menjadi biogas, selain kotoran ternak dimanfaatkan menjadi pupuk organik padat, maka gas yang terkandung dalam kotoran ternak dapat dimanfaatkan untuk menjadi biogas rumah tangga.

Konsep yang diterapkan oleh KOIN (KOPERASI UMKM INDONESIA) yaitu para mitra yang memanfaatkan biogas hasil olahan tersebut hanya dikenakan iuran untuk biaya perawatan instalasinya bukan untuk dijual atau diperdagangkan.

5. Manajemen Pemasaran Agrobisnis
Sebagai pendamping di bidang peternakan dan pertanian, KOIN (KOPERASI UMKM INDONESIA) secara aktif memberikan pendampingan dalam pengelolaan dan strategi dalam memasarkan hasil usaha peternakan dan pertanian.

Manajemen pemasaran diberikan secara profesional dan modern, sehingga para petani mempunyai kemampuan untuk dapat bersaing di era pasar bebas ini.

Para mitra akan dibekali dengan pengetahuan ekonomi yang mendasar untuk mengelola keuangannya, mulai dari membuat pembukuan keuangan yang sederhana sampai dengan strategi pemasaran produk hasil peternakan dan pertanian.

Diharapkan dengan adanya pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola keungan, para mitra peternak dan petani dapat terhindar dari para tengkulak yang berbuat curang atau para rentenir yang memberikan pinjaman untuk pengelolaan lahan dengan bunga tinggi. Beberapa strategi pemasaran yang diberikan seperti penjualan secara langsung dari hasil peternakan dan pertanian melalui system direct selling menggunakan alat transportasi motor roda tiga atau dengan mendirikan mini market pangan disetiap kecamatan.

6. Manajemen Kemandirian Pangan
Manajemen kemandirian pangan ini merupakan ULTIMATE GOAL dari semua program KOIN (KOPERASI UMKM INDONESIA) yang secara terpadu mulai dari proses pengolahan di hulu sampai ke hilir pada sektor indsutri peternakan dan pertanian.

Kemandirian pangan hanya dapat terwujud jika kesadaran untuk membangun usaha pertanian modern yang didukung strategi produksi yang efektif dan efisien. Adopsi inovasi dan teknologi akan meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, menekan susut, meningkatkan nilai tambah dengan pendekatan pemberdayaan dan partisipasi petani untuk meningkatkan daya saing.

Untuk membangun kemandirian pangan berbasis produksi lokal, maka dukungan manajemen yang efektif dan efisien sangat diperlukan, dengan adanya pola kemitraan dengan petani maka dapat mempercepat terwujudnya kemandirian pangan.

Manajemen kemandirian pangan merupakan satu cara efektif untuk mengurangi permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan pangan, diantaranya :

  1. Manajemen pengelolaan kebutuhan pupuk dan obat pertanian
  2. Manajemen pengelolaan lahan yang mengatur mulai dari tata laksana tanam hingga pengelolaan tata laksana panen
  3. Manajemen pengelolaan supply demand

Diharapkan dengan adanya manajemen pengelolaan kemandirian pangan akan menjadi cara yang efektif untuk mengurangi defisit transaksi berjalan, melalui kemandirian pangan setidaknya bisa mengerem impor pangan yang menghabiskan devisa sekaligus menghapuskan kebergantungan pada pangan impor, sehingga dapat memacu produktivitas para petani untuk swasembada pangan.